sekolah kami…


bagi teman teman yang ingin mengenal kami silakan download profile singkat himpunan mahasiswa prodi kimia KOVALEN FKIP UNS SURAKARTA dengan link beriksejarah ikatan kovalen

Trik menguasai kelas  Kimia dengan Media inovatif

Di bawah ini adalah beberapa materi dan media pembelajaran kimia di SMA. Silakan di download demi mencerdaskan anak bangsa. Dengan media yang inovatif ini semoga dapat menjadi angin segar pendidikan di Indonesia.

  1. Alkali dan alkali tanah
  2. Asam basa 7 pH kelarutan
  3. Diagram P-T
  4. Elektrokimia
  5. Halogen
  6. Hidrolisis garam dalam air
  7. Hukum hess
  8. Ikatan kovalen
  9. Karbon & senyawanya
  10. Kegagalan aturan oktet
  11. Kelarutan & Ksp
  12. Kesetimbangan kimia
  13. Kesetimbangan kelarutan
  14. Konfigurasi elektron
  15. Laju reaksi
  16. Larutan penyangga
  17. Larutan elektrolit & non elektrolit
  18. Menyetarakan reaksi redoks
  19. Perambatan kalor
  20. Polimer
  21. Senyawa kompleks
  22. Sifat koligatif larutan
  23. Koloid
  24. Unsur transisi periode empat
  25. Perubahan titik beku
  26. Perubahan titik didih larutan
  27. Perubahan tekanan uap
  28. Stoikiometri
  29. Sintesa Protein
  30. Asam basa arhenius

Sementara itu dulu yang bisa saya sediakan, mohon sundulan koment donk…makasih…semoga bermanfaat…!!!*Jatxxx

ESSAY Tema : Menjadi Mahasiswa Aktif Kreatif dan Kontributif untuk UNS lebih baik

TALK LESS DO MORE

Mahasiswa, sosok yang dipandang sebagai kebanggaan bangsa, generasi penerus yang berpotensi dalam segala hal. Ada yang menyebutkan bahwa mahasiswa adalah Agent of Change yang diharapkan benar – benar mampu membuat perubahan pada negeri ini. Ir Soekarno pun mengatakan bahwa dengan 10 pemuda maka ia akan mengubah dunia. Dalam kehidupan sehari hari pun kita dapat melihat berbagai contoh mahasiswa yang telah menyumbangkan karyanya untuk negeri ini.

Dilihat dari sisi yang lain, sebagian mahasiswa terlena dengan The Agent of  Change. Kita yang telah terbang tinggi dengan status mahasiswa, melupakan kewajiban kita untuk membangun bangsa ini. Hingga kini Ibu Pertiwi ini menangis karena telah melahirkan dan membesarkan kita. Entah salah bunda  mengandung, atau karena kasih sayang orang tua yang terlampau besar (manja) hingga generasi muda hidup dalam dunianya sendiri. Kita dibutakan oleh kenyamanan hidup. Kita cenderung konservatif atas apa yang telah kita miliki saat ini. Jika ada ungkapan yang mengatakan semua akan indah pada waktunya hingga kita cukup menjalani hidup dengan flat tanpa adanya perjuangan dalam menemukan jati diri. Dari beberapa sampel random atas mahasiswa di UNS masih bingung atas tujuan yang ingin dicapainya saat ini. Jika tujuan saja belum jelas, bagaimana seorang mahasiswa akan fokus dalam berkreasi mencapai tujuannya? Jika ditanya, maka seorang mahasiswa akan cenderung hidup mengalir seperti air pasrah pada takdir.

Beberapa mahasiswa mulai memiliki menanamkan tujuan setelah terjadi kecelakaan pada dirinya. Kecelakaan yang dimaksud adalah kondisi yang kurang menguntungkan bagi dirinya. Misalnya desakan ekonomi orang tua atau pun desakan mental lingkungan. Jadi, sebagian mahasiswa yang memiliki tujuan, yang memiliki dedikasi, aktif, kreatif, dan kontributif merupakan para korban kecelakaan yang beruntung. Karena sebagian yang kurang beruntung akan mendapatkan penyelesaian yang tragis.

Sebagai mahasiswa, itulah yang saya rasakan saat ini. Kita cenderung menuntut keadaan sesuai harapan kita, tetapi kita tidak mau tau bagaimana cara mencapainya. Contoh sederhana adalah aksi demo mahasiswa yang merusak fasilitas umum pada isu kenaikan harga BBM bulan depan. Jika memang aksi dilakukan secara damai, itu sangat dianjurkan sebagai salah satu wujud tanggap kita terhadap kontrol kerja Pemerintah demi kemajuan bangsa di masa depan. Namun, jika mengganggu ketertiban hal ini sangat disesalkan. Karena apa yang dilakukan sekedar menuntut untuk dibatalkannya kenaikan harga BBM tanpa adanya solusi yang ditawarkan untuk dilakukan Pemerintah. Kalau hanya menuntut,Saya sendiri ingin  harga BBM lebih murah daripada harga saat ini. Tetapi hal itu tidak mungkin untuk terwujud tanpa ada solusi baru. Kita tidak perlu omong kosong, merusak fasilitas negara atau mencela Pemerintah jika kita sendiri belum memiliki solusi atas permasalahan yang ada. Karena jika masalah seperti BBM ini diberikan kepada kita, belum tentu kita bisa menjalankan seperti saat ini. Bahkan kemungkinan lebih buruk. Mereka yang ada di sana adalah manusia terpilih, terbaik dari yang terbaik hingga saat pemilihan dahulu. Jika kita menginginkan sesuatu, mari kita pikirkan juga solusi alternatif sehingga kita bisa berjalan berdampingan menyelesaikan masalah yang ada tanpa adanya prasangka buruk untuk korupsi dan sebagainya. Jika kita benar – benar menginginkan penyelamatan nasib bangsa, sebelum melakukan aksi penolakan BBM seharusnya dipikirkan dulu secara matang dengan berbagai mahasiswa di tanah air untuk solusi yang akan diusung. Sehingga tidak hanya omong kosong, menuntut apa yang tidak bisa diubah. Seperti pungguk merindukan bulan. Jika perlu dan seharusnya mahasiswa lebih diperlukan untuk meneliti apa yang mungkin dapat dikembangkan untuk negeri ini. Ini adalah jalan lain yang dapat ditempuh mahasiswa untuk berkontribusi pada bangsa.

Khususnya di jenjang perguruan tinggi, UNS ingin mencapai World Class University. Jika kita sebagai mahasiswa UNS dan merasa perlu berkontribusi untuk UNS maka sudah selayaknya kita merenung dan menentukan tujuan yang ingin kita capai saat ini dan masa depan. Setelah tertanam tujuan itu, kita tentukan jalan yang kita pilih untuk dilalui dalam mencapai tujuan kita. Selanjutnya kita merangkak, berjalan, berlari menyusuri jalan itu dengan berbagai cara yang tidak melawan arus. Dengan demikian kita telah menjadi mahasiswa aktif dan kreatif. Selanjutnya berikan apa pun  yang kita miliki sebagai kontribusinya dengan ikhlas, karena di dunia ini tidak ada yang sia- sia. Seperti saat kita mengambil air di sumur, airnya tidak akan pernah habis.

Penekanan pembicaraan ini adalah mahasiswa yang aktif , kreatif, dan kontributif  bukan sekedar ndelok (Kendel alok) artinya bukan sekedar menuntut, mengolok – olok tanpa mau mencoba sendiri terlebih dahulu. Contoh konkrit di FKIP UNS, jika memang ingin mencetak calon guru berkarakter kuat dan cerdas berarti pembelajarannya pun harus sesuai. Jika kita menginginkan mahasiswa dapat mengajar di kelas secara kooperatif maka dosen pun sebaiknya mencontohkan sikap mengajar yang sama. Namun, yang terjadi adalah dosen masih menggunakan metode ceramah untuk mahasiswanya. Hingga tidak dipungkiri berbagai perubahan kurikulum terjadi di sekolah pun, cara mengajar guru tidak begitu berubah. Tidak ada kontribusi untuk berubah.

Kita kuliah di UNS untuk menuntut ilmu,maka mari kita menuntut ilmu dengan baik. Kita dapat  belajar apa pun yang ada di sekitar kita. Setelah itu kita terapkan pada diri kita. Jika kita memiliki ilmu tanpa dipraktikkan maka kita hanya  akan berjalan di tempat. Indonesia sudah memiliki banyak generasi muda dan pandai tapi belum banyak yang mewujudkan kepandaiannya. Untuk itu, lakukanlah apa saja yang bisa dilakukan atas ilmu yang telah kita miliki.

FKIP UNS memiliki program studi yang hampir mencakup semua bidang. Jika semua mahasiswanya melakukan apa yang didapatkan selama kuliah, maka ini akan memberikan kontribusi yang luar biasa untuk UNS khususnya dan Indonesia pada umumnya. Contoh nyata, hanya sekedar browsing di internet saja mampu meningkatkan rangking UNS apalagi kegiatan mahasiswa seperti ini.

Memang pengorbanan itu diperlukan, sekalipun menyita uang saku kita.  Jer Basuki Mawa Bea, ungkapan itu sangat tepat karena tidak ada yang gratis di negeri ini. Tidak ada ruginya kita berkorban sebagai pengorbanan untuk dapat berkontribusi, dan menuangkan kreativitas kita tanpa menunggu adanya Program Kreativitas Mahasiswa. Kita tunjukkan kreativitas mahasiswa sesungguhnya. Sebagai warga PMIPA sedikit saya tunjukkan apa yang mungkin bisa dilakukan. Kita mengetahui tentang bioetanol dan biogas. Kita perlu mencobanya dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Ini solusi lebih bijak daripada aksi demo menolak pengalihan minyak tanah ke gas LPG beberapa waktu lalu. Padahal gas LPG jelas lebih murah daripada minyak tanah. Upaya mempraktekkan ilmu seperti ini sangat perlu dilakukan untuk menguji kemampuan kita sesungguhnya dan karena seringkali praktek tidak serta merta sama dengan teori.

Sebagai mahasiswa kimia,  saya ingin menyampaikan kepada mahasiswa yang lain, sejak 1805, sudah ada penemuan teknologi pemanfaatan air sebagai suplemen bahan bakar kendaraan oleh Isaac de Rivas ilmuwan Swiss. Jika kita mengembangkan temuan ini ternyata efek kenaikan harga BBM ini tidak begitu bermasalah untuk masyarakat. Saya telah membaca, mengamati perkembangannya dan akhirnya mencobanya. Saya membuat sendiri elektrolizer itu dan dipasang di sepeda motor saya. Ternyata dengan ilmu yang sederhana, hasil yang didapat luar biasa. Karena kendaraan yang umumnya menggunakan bensin 1 liter untuk mencapai 60 km kini dapat mencapai 120 km. Dengan demikian harga BBM yang naik 100% pun tidak akan terasa berat. Saya pernah menemui nara sumber peneliti alat ini, dan beliau pun kecewa dengan generasi muda yang tidak memiliki fokus tujuan yang ingin dicapai. Beliau memiliki kreativitas yang tinggi walaupun ia hanya lulusan S2 (SD – SMP ). Rasa ingin tahu, mendorong beliau untuk menjual rumahnya untuk meneliti apa yang pikirkan, yaitu elektrolizer ini. Hingga kini, karyanya telah banyak diaplikasikan di perusahaan besar di Indonesia. Contoh di atas saya maksudkan bahwa selayaknya kita yang mendapatkan pendidikan lebih untuk mengerahkan segala apa yang kita miliki minimal untuk diri kita sendiri. Dengan demikian akan memberikan pengaruh induksi untuk orang lain, UNS dan Indonesia pada umumnya. Semangat berkarya !

 

 

Jatmiko_kimia_09_k3309053

One thought on “sekolah kami…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s