Apa yang terjadi di awal pernikahan?


Tahun pertama pernikahan bisa jadi masa-masa yang indah atau sebaliknya. Semua tergantung bagaimana Anda dan pasangan melaluinya.
Beberapa pasangan terkadang terlalu fokus pada persiapan pernikahan, sehingga mereka lupa untuk memikirkan seperti apa kehidupan setelah resmi menjadi suami-istri. Inilah yang bisa membuat tahun pertama pernikahan menjadi sulit untuk dilalui.

Untuk sebagian orang, masa pernikahan dan pacaran bisa sangat berbeda. Tak jarang perbedaan ini ditemukan di masa-masa awal pernikahan. Seperti dikutip dari Brides, agar tidak salah langkah, inilah delapan hal yang sebaiknya diketahui tentang tahun pertama pernikahan:

1. Belum terbiasa dengan nama panggilan baru
Selama ini Anda lebih sering menyebut si dia sebagai ‘pacar’ atau ‘tunangan’, setelah menikah tentunya panggilan untuknya berubah menjadi ‘suami’. Di tahun pertama pernikahan kata ‘suami’ ini masih terasa aneh untuk Anda. Bisa jadi dalam beberapa kesempatan Anda masih salah menyebut suami sebagai tunangan atau pacar.

2. Mudah lupa
Beberapa minggu sebelumnya otak Anda dipenuhi berbagai pikiran tentang persiapan pesta pernikahan. Kini setelah pesta usai, tak sedikit wanita merasa sedikit tersesat. Ada beberapa yang mengalami post-party depression atau depresi setelah pesta pernikahan usai. Ketika hal ini terjadi, Anda bisa jadi mudah lupa. Untungnya proses ini tidak lama.

3. Siap menjawab pertanyaan ‘sudah hamil belum?’
Baru saja menikah, siap-siap menjawab pertanyaan dari saudara, teman atau kerabat soal kehamilan. Kalau Anda malas menjawabnya, cukup berikan jawaban sederhana, belum dan pergi dari orang yang memberikan pertanyaan itu. Tapi kalau memang Anda tidak keberatan untuk menjawab dengan jelas, katakan saja yang sebenarnya misalnya kalau Anda memang menunda dan memakai alat kontrasepsi. Yang perlu diingat, jangan merasa terpaksa atau harus segera punya anak hanya karena omongan orang lain. Urusan anak adalah tergantung bagaimana kesiapan Anda dan pasangan.

4. Sering bertengkar dan berbaikan
Setelah menikah, percayalah, ada saja hal yang bisa jadi penyebab Anda dan pasangan bertengkar. Mulai dari kebiasaan pasangan meninggalkan baju kotornya sembarangan, situasi rumah yang berantakan saat dia pulang kerja atau cara tidur suami yang suka mengorok, dan lain-lain. Biasanya semua hal itu bisa menyebabkan pertengkaran kecil dan Anda akan dengan cepat berbaikan. Proses pertengkaran dan berbaikan ini akan semakin memperkuat ikatan antara Anda dan suami.

5. Hubungan dengan mertua
Setelah menikah, orangtua suami atau mertua kini juga jadi orangtua Anda. Jadi persiapkan diri untuk membina hubungan sebaik mungkin dengannya, termasuk jika mertua kerap membuat Anda ‘gila’ dengan segala tindakannya. Tetap tunjukkan cinta dan penghargaan, namun jangan lupa tunjukkan batasan sampai sejauh mana dia bisa ikut campur dalam urusan rumah tangga Anda.

6. Rindu rumah
Bagi Anda yang setelah menikah langsung tinggal berdua dengan suami atau hidup bersama mertua, sudah pasti rasa rindu pada rumah atau ibu akan datang. Anda akan merindukan hari-hari bersama keluarga tersayang. Apalagi jika sebelumnya segala sesuatu kebutuhan Anda dipersiapkan oleh ibu.

7. Jadi lebih terbiasa pada seks
Sebem menikah, seks jadi hal yang cukup aneh atau mungkin menakutkan untuk Anda. Seiring berjalannya waktu, setelah resmi menjadi suami-istri, kegiatan intim tersebut malah jadi hal yang dengan senang hati dilakukan. Namun ketika masa bulan madu sudah lewat, Anda akan lebih terbiasa pada seks. Anda mulai memahami seperti apa keinginan dan kebiasaan pasangan.

8. Menemukan kebiasaan pasangan yang sebelumnya tidak disadari
Sebelum menikah, Anda dan pasangan merasa sudah saling memahami kebaikan dan keburukan masing-masing. Yakin? Karena setelah menikah, Anda bisa saja menemukan banyak hal baru dari pasangan. Kebiasaan pasangan ini bisa jadi membuat Anda sangat sebal dan ingin mengomelinya. Misalnya saja bagaimana dia begitu sering menaruh pakaian kotor sembarangan, lupa menutup tutup pasta gigi, menaruh botol minuman yang sudah kosong di dalam kulkas, dan lain-lain. Tapi tentunya yang perlu Anda ingat, jangan hanya karena kebiasaan buruknya ini Anda jadi marah-marah terus-menerus padanya. Pernikahan itu adalah bagaimana Anda bersedia saling mencintai, berkompromi dan membicarakan semua masalah untuk menemukan solusi terbaik.

repost from kazkuz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s