PROPOSAL RINTISAN USAHA

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA

Rumah Jamur Sangiran

Oleh

Jatmiko Budhi Prakosa

NIM : K3309053

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2012

Program Mahasiswa Wirausaha

FKIP UNS

 

  1. Judul Usaha

“Rumah Jamur Sangiran”

  1. Latar Belakang

Desa Ngebung merupakan desa yang terletak sekitar 500 m dari gerbang utama objek wisata Museum Manusia Purba Sangiran. Museum Sangiran adalah museum yang menyimpan benda – benda purbakala terbesar di Indonesia. Tempat ini sebagai rujukan yang tepat bagi wisatawan untuk study tour. Museum sejarah banyak dikenal di buku – buku sejarah di bangku sekolah. Selain itu, kawasan ini sering digunakan sebagai tempat penelitian di bidang arkheologi.

Masyarakat desa Ngebung mayoritas bekerja sebagai petani dan tukang kayu. Tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat masih rendah. Masih banyak rumah tangga kurang mampu dan pemuda yang masih pengangguran.

Karena kawasan ini juga kawasan industri mebelair, kami melihat banyak limbah penggergajian kayu yang hanya dijual sebagai bahan bakar memasak. Dari limbah serbuk gergaji itu, kami bermaksud mengangkat nilai jual serbuk gergaji sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat. Serbuk gergaji itu diolah untuk dijadikan media tanam jamur tiram. Usaha ini dilatarbelakangi oleh Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat kami yang berjudul Pelatihan Pembudidayaan Jamur Tiram Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Di Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. PKMM kami telah berjalan dengan pembiayaan DIKTI tahun 2012.

Berawal dari PKM tersebut, kami ingin melanjutkan pengabdian kami di masyarakat sekaligus untuk menambah penghasilan. Tempat percontohan budidaya jamur itu ingin kami jadikan sebagai rumah jamur Sangiran. Maksudnya, di tempat ini akan kami jadikan sebagai suatu pusat pelatihan masyarakat untuk budidaya jamur. Nantinya, masyarakat yang hendak belajar akan mendapatkan ilmu bagaimana membuat baglog jamur. Baglog – baglog jamur yang mereka hasilkan selanjutnya dapat langsung djual atau dibiakkan  sendiri. Untuk hasil biakkan sendiri akan menghasilkan jamur yang di panen setelah berumur sekitar tiga bulan. Jamur yang telah dipanen selanjutnya dapat dijual langsung dan dibuat sebagai makanan olahan. Jenis makanan yang dapat dibuat antara lain nugget jamur, jamur krispy, ice cream. Produk makanan seperti ini cocok untuk dijadikan sebagai sentra jajanan oleh – oleh khas Sangiran. Karena jamur yang dapat dikeringkan dan tahan lama, sehingga usaha ini juga berpotensi untuk dikembangkan secara frenchise.

Selain untuk misi ekonomi, kami juga membawa misi sosial untuk membuka lapangan kerja baru untuk menarik minat para pemuda yang masih pengangguran untuk berusaha bekerja. Minimal kami memberikan pendidikan dan pengalaman kepada masyarakat tentang budidaya jamur di Rumah Jamur Sangiran.

  1. Lokasi

Lokasi Usaha Rumah Jamur Sangiran  ini adalah rumah Bapak Waltono di dukuh Karanganyar RT 07/I, Kel Ngebung, Kec Kalijambe, Kab Sragen.

Dukuh Karanganyar terletak sekitar 500 m di depan Museum Manusia Purba Sangiran

Lokasinya efektif karena tidak jauh dari jalan raya. Rumah ini berada pada jalur lalu lintas beberapa desa di sana sehingga diharapkan akan cepat dikenal masyarakat.

  1. Produk yang Dihasilkan

Produk yang dihasilkan dari Rumah Jamur Sangiran ini antara lain :

  1. Jasa pelatihan budidaya jamur
  2. Baglog jamur tiram dan jamur kuping siap tanam
  3. Jamur tiram dan jamur kuping yang siap diolah/dikonsumsi
  4. Makanan ringan berbahan dasar jamur (jajanan oleh – oleh Sangiran).
  5. Prospek Usaha

Usaha ini menggunakan bahan baku limbah penggergajian yang sangat mudah didapat di daerah itu. Mayoritas warga di daerah Sangiran adalah pengusaha mebel. Umumnya, serbuk gergaji yang dihasilkan dari penggergajian hanya dimanfaatkan untuk bahan kayu bakar.

Kami berupaya untuk meningkatkan nilai jual serbuk gergaji sekaligus membuka lapangan kerja sampingan untuk warga dengan membuatnya menjadi media penanaman jamur Tiram dan jamur Kuping.

Usaha ini merupakan rintisan usaha baru dengan konsep hulu – hilir yang berbasis masyarakat. Melihat minat masyarakat ketika pelatihan di PKMM sebelumnya, kami optimis dapat memajukan daerah bersama masyarakat. Dalam jangka panjang, usaha ini juga diorientasikan menuju usaha frenchise jamur.

  1. Pemasaran

Pemasaran dari produk ini dapat dilakukan dengan berbagai cara :

  1. Door to Door, cara ini sangat efektif karena memang anggota dari kelompok warga itu terletak di beberapa desa sehingga sangat efektif untuk mempromosikan produk itu
  2. Iklan Radio Lorensa Fm, Stasiun radio amatir yang sangat terkenal dan menjadi hiburan warga di kecamatan Kalijambe dan sekitarnya. Lokasinya juga hanya 300 m dari Museum.
  3. Bekerja sama dengan pihak Guide Museum untuk mempromosikan setiap ada rombongan wisatawan yang berkunjung.
  4. Pamflet yang disebar ke desa sekitar dan di tempat umum
  5. Bekerja sama dengan koperasi UKM dan PNPM kec Kalijambe
  6. Keuangan

Modal  (dari PKM )                                                                =Rp 2.000.000,-

Pembuatan  Log  jamur :

Kapas                                                                                      = Rp  10.000,-

Lilin                                                                                         = Rp    5.000,-

Karet gelang                                                                            = Rp    5.000,-

Karung serbuk gergaji                         5 x @Rp 100.000,-     = Rp 500.000,-

Botol bibit jamur                                 5 x @Rp 10.000,-       = Rp   50.000,-

Plastik  PP                                                                               =Rp    50.000,-

Dolomit                                                                                   = Rp   50.000,-

Tutup + ring                                                                            = Rp 100.000,-

Alkohol                                                                                   = Rp   20.000,-

Kayu bakar, LPG                                                                    =Rp  100.000,-

Pupuk                                                                                     = Rp   25.000,-

Gipsum                                                                                    = Rp   25.000,-   +

=Rp  940.000,-

Harga Produk

Log tiram + bibit                                 400 x Rp 4000,-          = Rp1600.000,-

Makanan/ jajanan oleh – oleh              100xRp 2000,-            =Rp   200.000,-

Jamur segar hasil panen                       100 kg x Rp 7.000,-    = Rp  700.000,-   +

=Rp 2.500.000,-

(Keuntungan diatas diperoleh untuk sekali produksi, kita dapat memproduksi lebih dari sekali dalam sebulan tergantung modal dan pasar)

 

 

Dokumentasi PKM yang telah kami lakukan

 

3 thoughts on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s