Our School


SMA N 6 SURAKARTA


MempunyaI BANYAK kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung potensi peserta didik. Diantaranya yaitu organisasi pecinta alam yang bernama GIRI PAKCI organisasi tersebut telah berumur 22 tahun. Dan kini diketuai oleh:

Oki dwi setiawan


Kegiatan pada organisasi ini dimulai dari

  1. Diksar(pendidikan dasar)


  1. Pelantikan


  1. Kegiatan kegiatan progam kerja


  1. Banyak pula prestasi yang dicapai

  2. video http://www.youtube.com/watch?v=sO3F1dzAByw

kirim Stiker bisa lewat FB..baru tau…


Facemoji merupakan add-ons yang memungkinkan Anda mengirim sticker ke teman Anda di Facebook Chat atau memilih Emoticon pada sebuah komentar.

Fitur utama:
– Mengirim sticker pada Facebook Chat
– Lebih dari 300 sticker pilihan
– Lebih dari 200 Emoji dan emoticon dalam komentar dan status
– Penerima tidak perlu menginstall add-ons ini untuk melihatnya
– Bekerja akun pribadi dan fans page

Cara login:
1. Install add-ons sesuai dengan browser yang Anda gunakan di http://facemoji.com/
2. Buka add-ons Manager browser
3. Cari Facemoji, klik Options
4. Klik Buka pada “Option page”
5. Tekan tombol “login”
6. Tunggu sampai muncul tulisan “logged in”
7. Refresh semua halaman Facebook

Cara menggunakan:
1. Buka halaman pesan, chatting atau komentar
2. Klik ikon jantung dekat wajah tersenyum dalam kotak teks
3. Pilih stiker dan emoticon yang ingin Anda kirim
4. Selamat mencoba

Jintan Hitam pelawan kanker


Ghiboo.com – Jintan hitam merupakan rempah-rempah berasal dari Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Asia Selatan.
Butiran bijinya yang berwarna hitam ini telah dikenal ribuan tahun dan digunakan secara luas oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit.

“Pada umumnya, setelah mengonsumsi jintan hitam, tubuh akan mengeluarkan keringat. Hal tersebut merupakan reaksi normal, karena toksin juga keluar melalui kelenjar keringat,” jelas Dr. Mochtar Wijayakusuma dari The Hembing Center.
Dengan kandungan nutrisi, minyak esensial dan asam lemak di dalamnya, komposisi utama jintan hitam terdiri dari protein, karbohidrat serta lemak.

Saat ini untuk konsumsi mudahnya, jintan hitam dikemas dalam bentuk kapsul, bubuk maupun cairan, yang kerap digunakan sebagai suplemen harian untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman dan bakteri..
Jinten hitam juga berkhasiat mencegah risiko terjangkitnya sel kanker. Berdasarkan penelitian, jintan hitam juga dikenal dengan BRM (biological response modifier) yang menunjukkan bahwa ekstrak bijinya bersifat toksin terhadap sel kanker.

Rempah-rempah ini turut berperan meningkatkan fungsi otak. Dengan kandungan asam linoleat (omega 6) dan asam linolenat (omega 3), jintan hitam merupakan nutrisi bagi sel otak dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun.
“Plus, membantu mengatasi gangguan tidur dan stres, serta berfungsi sebagai antihistamin dan anti alergi,” jelas Dr. Mochtar, putra dari almarhum maestro herbal Indonesia, Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma. (ins)

(Bazaar Indonesia edisi Agustus 2012)

SUmpah…tanaman ini mudah dikembangkan, p masih sussah pemasaran nya..itu lah kelemahan petani Indonesia. hanya 25rb per kilo…itu aj banyak bgt…hmmmm…tp bgus kalo usha ini dikembangkan terpadu

Makalah Manajemen Kurikulum


A. Pengertian Manajemen Kurikulum

Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapain tujuan pemebelajaran dengan dititik beratkan pada usaha, meiningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.

Manajemen Kurikulum merupakan suatu sistem pengelolaan kurikulum yang kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan kurikulum. Oleh karena itu otonomi yang diberikan oleh lembaga pendidikan sebaiknya digunakan sebaik – baiknya dan akuntabel terhadap masyarakat. Sehingga lembaga pendidikan dituntut masyarakat untuk kooperatif, mandiri dalam mengidentifikasi kebutuhan kurikulum, mendesain kurikulum menentukan prioritas kurikulum, melaksanakan pembelajaran, menilai kurikulum,
mengendalikan serta melaporkan sumber dan hasil kurikulum kepada masyarakat dan pemerintah. Makna manajemen kurikulum tersebut dapat kita pahami sebagai pertanggungjawaban (akuntabilitas) lembaga pendidikan terhadap masyarakat luas dan pemerintah agar outcomes yang dihasilkan dapat bermanfaat.

(http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2178077-pengertian-manajemen-kurikulum/#ixzz1vebts1Wi)

Manajemen kurikulum bukan hanya dibatasi dalam ruang kelas, tetapi menyangkut pula didalam kegiatan pengelolaan diluar kelas, bahkan diluar sekolah.

(http://ahmadazhar.edublogs.org/2009/11/15/manajemen-kurikulum/)

Manajemen Kurikulum pada tingkat kanak – kanak merupakan pengaturan semua kegiatan belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas yang pelaksanaannya sudah terorganisasi, dan terstruktur. Hal ini bertujuan agar seluruh kegiatan pengajaran berjalan dengan efektif dan efisien. Ada beberapa kegiatan manajemen kurikulum taman kanak – kanak, yaitu:

1) Penyusunan Program

Penyusunan program adalah memikirkan dan menetapkan tentang apa
yang akan dilakukan selama satu tahun ajaran dalam rangkan mencapai tujuan pendidikan. Adapun kegiatannya meliputi kegiatan awal tahun, kegiatan bulanan, kegiatan mingguan, dan kegiatan menjelang akhir tahun.

2) Penyusunan Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan merupakan ketentuan waktu belajar yang berisi
tentang jumlah hari efektif dalam satu tahun yang terdiri dari dua semester, jadwal penerimaan murid baru, jadwal perencanaan jadwal pelajaran, jadwal perencanaan kelas untuk guru, jadwal hari – hari pertama masuk taman kanak – kanak, hari – hari libur nasional, dan hari libur keagamaan.

3) Penyusunan Jadwal Kegiatan Belajar

Jadwal kegiatan belajar merupakan kegiatan harian yang berisi tentang
kegiatan – kegiatan belajar yang harus diikuti siswa, waktu dan tempat pelaksanaannya, serta guru yang bertugas sebagai pengelolahnya.

4) Perencanaan Kegiatan Belajar Mengajar

Perencanaan kegiatan belajar mengajar adalah penyusunan persiapan segala sesuatu yang diperlukan sebelum melaksanakan proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar perlu memperhatikan struktur kurikulum yang ada sehingga waktu yang ditentukan mudah untuk diaplikasikan dalam pengembangan kurikulum.

5) Pengaturan Pembukaan Tahun Ajaran Baru

Pengaturan pembukaan tahun ajaran baru merupakan kegiatan untuk
memperkenalkan siswa terhadap sistem pendidikan lengkap dengan komponen pendukungnya bersama murid. Misalnya: kegiatan belajar yang harus diikuti murid, tata tertib taman kanak – kanak, seragam murid, jadwal belajar, situasi dan kondisi lingkungan taman kanak – kanak., nama kepala taman kanak – kanak, dan guru taman kanak – kanak.

6) Pengaturan Pelaksanaan Program Kegiatan Belajar Mengajar

Pengaturan pelaksanaan program kegiatan belajar mengajar merupakan
kegiatan pengaturan belajar di ingkat kelas yang dilakukan oleh guru kelas. Kegiatannya meliputi: pengelompokkan murid, menyelenggrakan kegiatan belajar mengajar, menilai pencapaian kegiatan belajar yang telah ditetapkan.

7) Pengaturan Kegiatan Bermain

Pengaturan kegiatan bermain adalah salah satu bentuk kegaiatan belajar yang meliputi : perencanaan jenis materi, mengatur tugas guru dalam permainan, mengatur penggunaan fasilitas permainan.

8) Pengaturan Kegiatan Evaluasi pelaksanaan program kegiatan belajar
mengajar

9) Pengaturan pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan

Bimbingan dan penyuluhan di taman kanak – kanak adalah kegiatan pemberian bantuan kepada murid agar murid mampu mengikuti program pendidikan secara optimal sesuai keadaan lingkungan taman kanak – kanak.

10) Pengaturan penutupan tahun ajaran

Pengaturan penutupan ajaran baru selaluberisi tentang susunan acara yang ditampilan, orang yang akan tampil, pantia penyelenggara, tempat penyelenggara, waktu penyelenggara, pihak –pihak yang akan diundang dalam acara.


(
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2178077-pengertian-manajemen-kurikulum/#ixzz1vebts1Wi)

B. Fungsi

Fungsi dari manajemen kurikulum adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya kurikulum; pemberdayaan sumber maupun komponen kurikulum dapat ditingkatkan melalui pengelolaan yang terencana dan efektif.
  2. Meningkatkan keadilan (equity) dan kesempatan pada siswa untuk mencapai hasil yang maksimal; kemampuan yang maksimal dapat dicapai peserta didik tidak hanya melalui kegiatan intrakurikuler, tetapi juga perlu melalui kegiatan ekstra dan kokurikuler yang dikelola secara integratis dalam mencapai tujuan kurikulum.
  3. Meningkatkan relevansi dan efektivitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar peserta didik; kurikulum yang dikelola secara efektif dapat memberikan kesempatan dan hasil yang relevan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan sekitar.
  4. Meningkatkan efektivitas kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran; dengan pengelolaan kurikulum yang professional, efektif dan terpadu dapat memberikan motivasi pada kinerja guru maupun aktivitas siswa dalam belajar.
  5. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar;  proses pembelajaran selalu dipantai dalam rangka melihat konsistensi antara desain yang telah direncanakan dengan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian ketidaksesuaian antara disain dengan implementasi dapat dihindarkan. Di samping itu, guru maupun siswa selalu termotivasi untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif dan efesien, karena adanya dukungan kondisi positif yang diciptakan dalam kegiatan pengelolaan kurikulum.
  6. Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk membantu mengembangkan kurikulum; kurikulum yang dikelola secara profesional akan melibatkan masyarakat khususnya dalam mengisi bahan ajar atau sumber belajar perlu disesuaikan dengan ciri khas dan kebutuhan pembangunan daerah setempat. (http://istanailmu.com)

C. Tujuan

Manajemen Kurikulum mempunyai tujuan untuk :    

  • Untuk mengelola perancangan (Desain) kurikulum pembelajaran
  • Untuk mengelola implementasi kurikulum pembelajaran 
  • Untuk mengelola pelaksanaan evaluasi kurikulum/pembelajaran 
  • Untuk mengelola perumusan penetapan kriteria dan pelaksanaan kurikulum kelas/ kelulusan 
  • Untuk mengelola pengembangan bahan ajar, media dan sumber belajar 
  • Untuk mengelola pengembangan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler
  • Untuk mengelola penerapan uji coba atau merintis pembelajaran yang dicenangkan pemerintah pusat. (http://superthowi.wordpress.com)

D.    Manfaat

Mulyasa menegaskan bahwa manajemen kurikulum yang bisa memprediksi gambaran dan keadaan masyarakat. pada 10 – 20 tahun mendatang dapat meningkatkan relevansinya dengan tuntutan perkembangan kebutuhan masyarakat.dari segi waktu, pemberian gambaran masyarakat ini di dasarkan pada perkembangan masyarakat masa lampau, kemudian bergerak menuju perkemmbangan masyarakat masa sekarang. Jadi, kesinambungan perkembangan masa lalu dan masa sekarang memiliki kontribusi yang besar dalam memprediksi keadaan masa depan. Sebab, arah masa depan bisa di deteksi dari kedua masa tersebut. Hal ini relevan juga untuk memprediksi keadaan pendidikan yang akan terjadi di masa depan. (http://www.rokhim.net)

E.     Prinsip

Beberapa prinsip yang dapat diperhatikan dalam manajemen kurikulum, antara lain :

  1. Produktivitas, hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikulum. Pertimbangan bagaimana agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan kurikulum harus menjadi sasaran dalam manajemen kurikulum.
  2. Demokratisasi, pelaksanaan manajemen kurikulum harus berasaskan demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana dan subjek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk mencapai tujuan kurikulum.
  3. Kooperatif, untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum perlu adanya kerja sama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat.
  4. Efektivitas dan efisiensi, rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum sehingga kegiatan manajemen kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna dengan biaya, tenaga, dan waktu yang relatif singkat.
  5. Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen kurikulum harus dapat memperkuat dan mengarahkan visi, misi, dan tujuan kurikulum.(http://id.shvoong.com)

Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, terdapat sejumlah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu :

  1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.
  2. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.
  3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.
  5. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.
  6. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
  7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya, yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum

Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum, banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.

(http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/prinsip-pengembangan-kurikulum/)

 

 

F. Ruang Lingkup Manajemen Kurikulum

Dalam Undang-Undang nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 1 butir 9 disebutkan bahwa Kurikulum adalah: (1) seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan (2) bahan pelajaran, serta (3) cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.

Butir (1) yang berbunyi “seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi”, pada Kurikulum 1994 diwujudkan dalam Buku Landasan, Program, dan Pengembangan Kurikulum. Butir (2) yang berbunyi “bahan pelajaran”, pada Kurikulum 1994 diwujudkan dalam Buku Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Sedangkan butir (3) yang berbunyi “cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar”, pada Kurikulum 1994 diwujudkan dalam Buku-buku Pedoman Pelaksanaan Kurikulum.

Kemudian dipertegas lagi pada pasal 37 bahwa kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. Sejalan dengan tujuan kurikuler dan tujuan instruksional umum yang direncanakan oleh pusat dan diberikan kepada sekolah dalam bentuk GBPP. Sejalan dengan tujuan kurikuler dan tujuan instruksional umum yang direncanakan oleh pusat dan diberikan kepada sekolah dalam bentuk GBPP. Penyajian bahan pelajaran dalam GBPP, merupakan deretan materi secara terpisah-pisah. Sebenarnya terdapat tiga jenis organisasi kurikulum yaitu :

  1. Kurikulum Terpisah (Sparated Subject Curriculum) di mana bahan pelajaran disajikan secara terpisah-pisah seolah-olah ada batas antara bidang studi dan antara bidang studi yang sama di kelas yang berbeda.
  2. Kurikulum Berhubungan (Correlated Curriculum) yaitu kurikulum yang menunjukan adanya hubungan antara mata pelajarah yang satu dengan yan lain. Seperti IPS (gabungan dari mata pelajaran Sejarah Geografi, Ekonomi, Sosiologi ), IPA (gabungan dari Fisika, Biologi, Kimia).
  3. Kurikulum terpadu (Integrated Curriculum) yaitu kurikulum yang meniadakan batas – batas antara berbagai bidang dan didalam mata pelajaran tersebut terdapat keterpaduan mata pelajaran serta menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unik.

(http://alchemistviolet.blogspot.com/2011/01/manajemen-kurikulum.html)

 

G. Komponen Manajemen Kurikulum

Kurikulum memiliki beberapa komponen sebagai berikut :

a. Komponen Tujuan

Komponen tujuan berhubunagn dengan arah atau hasil yang ingin dicapai. Dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu yang dicita-citakan masyarakat. Misalkan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat Indonesia adalah Pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai oleh suatu kurikulum adalah membentuk masyarakat yang pancasilais. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan visi dan misi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.

Tujuan pendidikan nasional diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
• Tujuan Pendidikan Nasional (TPN)

• Tujuan Institusional (TI)

• Tujuan Kurikuler (TK)

• Tujuan Instruksional atau Tujuan Pembelajaran (TP)

b. Komponen Isi / Materi Pembelajaran

Pada komponen isi kurikulum lebih banyak menitikberatkan pada pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran. Isi kurikulum hendaknya memuat semua aspek yang berhubungan dengan aspek kognitif (pengetahuan), afektif (sikap atau perilaku), dan psikomotorik (keterampilan atau skill) yang terdapat pada isi setiap mata pelajaran yang disampaikan dalam kegiatan proses pembelajaran. Isi kurikulum dan kegiatan pembelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan dari semua aspek tersebut.

c. Komponen Metode

Komponen metode ini berkaitan dengan strategi yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan. Metode yang tepat adalah metode yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan dicapai dalam setiap pokok bahasan. Dalam posisi ini, guru hendaknya tidak menerapkan satu metode saja, tetapi guru dapat menerapkan berbagai metode agar proses pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan dan mencapai sasaran yang direncanakan. Dengan demikian rencana yang sudah disusun dapat diterapkan secara optimal.

d. Komponen Evaluasi

Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir. Proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Merujuk pada pendapat tersebut, maka dalam konteks pengembangan kurikulum, evaluasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengembangan kurikulum itu sendiri. Melalui evaluasi, dapat ditentukan nilai dan arti kurikulum, sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan apakah suatu kurikulum dapat dipertahankan atau tidak, bagian-bagian mana yang harus disempurnakan. Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau evaluasi digunakan sebagai umpan baluk dalam perbaikan strategi yang ditetapkan.

(Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI.2009:195-196)

 

H. Manajemen dalam Pelaksanaan Kurikulum

Sebagai salah satu batasan pengertian, yang dimaksud dengan pelaksanaan kurikulum adalah pelakasanaan mengajar di kelas yang berkali-kali telah disebut merupakan inti dari kegiatan pendidikan di sekolah. Dalam pelaksanaan pengajaran di kelas, guru menyempatkan perhatian hanya pada interaksi proses belajar mengajar. Namun demikian, fisik, ruangan dan aktivitas kelas tidak luput dari perhatiannya, justru sudah dimulai semenjak memasuki ruangan belajar. Oleh karena itu, secara manajemen, selama guru berada dalam kelas terbagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelajaran dan tahap penutupan.


1. Persiapan

Yang dimaksud dengan tahap persiapan adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru sebelum memulai mengajar, yang dikerjakan antara lain:

  1. Mengucapkan “Selamat pagi” dan meletakkan alat-alat mengajar di meja.
  2. Memperhatikan kondisi di sekeliling kelas, apakah ada kondisi yang mengganggu proses belajar mengajar, seperti papan tulis yang belum dibersihkan, terdapat gambar miring, kapur tulis berantakan dan sebagainya.
  3. Melakukan absensi.
  4. Memerikasa apakah siswa sudah siap dengan catatan dan sudah tidak ada lagi barang-barang atau buku lain yang dipegang siswa.

2. Pelaksanaan Pelajaran

Yang dimaksud dengan pelaksanaan pelajaran adalah kegiatan mengajar sesungguhnya yang dilakukan oleh guru dan sudah ada interaksi langsung dengan siswa mengenai pokok bahasan yang diajarkan. Pelaksanaan pelajaran terbagi menjadi 3 tahapan kegiatan, yaitu:

a. Pendahuluan

Yaitu mulai mengajar dengan mengarahkan perhatian untuk masuk ke pokok bahasan, misalnya dengan memberikan apersepsi atau mengajukan pertanyaan yang harus dijawab siswa atau menyuruh siswa untuk bercerita tentang bahan yang akan diterangkan, dan lain sebagainya.

b. Pelajaran inti

Adalah interaksi belajar mengajar yang terjadi selama guru-siswa membahas pokok bahasan yang menjadi acara pada jam itu.

c. Evaluasi

Adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru setelah selesai pembahasan pelajaran inti. Penutupan ini dapat dilakukan dengan membuat ringkasan, mengajukan pertanyaan, memberikan evaluasi formatif, memberikan tugas rumah, dan sebagainya.

3. Penutupan

Yang dimaksud penutupan adalah kegiatan yang terjadi di kelas setelah guru selesai melaksanakan tugas mengajarkan materi yang menjadi tanggung jawabnya untuk pertemuan itu. Penutupan pelajaran dengan menghapus papan tulis, pesan dan kesan ucapan “Selamat pulang”, dan sebagainya.

Kegiatan manajemen kurikulum yang dilaksanakan oleh guru pada waktu pelaksanaan pelajaran ada 2, yaitu:

a. Pengisian buku kemajuan siswa

Buku kemajuan kelas atau sering juga disebut buku kelas adalah buku yang digunakan untuk mencatat kemajuan (progress) pelaksanaan pelajaran. Buku ini biasa diletakkan di meja guru dan diisi oleh guru atau siapa yang ditunjuk tentang hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pelajaran. Kolom-kolom yang biasa disiapkan adalah sebagai berikut: Hari/ Tanggal Jam Ke Kode Guru Mata Pelajaran Isi Pelajaran Jumlah Siswa Paraf Guru.

(http://alchemistviolet.blogspot.com/2011/01/manajemen-kurikulum.html)

 

I. Perkembangan Kurikulum di Indonesia

a. Kurikulum 1947

    Kurikulum 1947 diberlakukan pada awal kemerdekaan, untuk melayani kepentingan bangsa Indonesia. Kurikulum ini memuat perumuskan tujuan kurikulum menurut jenjang pendidikan.Ciri-ciri kurikulum 1947 :

  1. Sifat kurikulum Separated Subject Curriculum (1946-1947),
  2. Menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah,
  3. Jumlah mata pelajaran : Sekolah Rakyat (SR) – 16 bidang studi, SMP-17 bidang studi dan SMA jurusan B-19 bidang studi
  4. Materi pendidikan dan pengajaran : Mr. Soewandi.
  1. Kurikulum1968

        Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat.Ciricirikurikulum1968 :

  • Sifat kurikulum correlated subjek,
  • Jumlah mata pelajaran SD-10 bidang studi, SMP-18 bidang studi (Bahasa Indonesia dibedakan atas Bahasa Indonesia I dan II), SMA jurusan A-18 bidang studi,
  • Penjurusan di SMA dilakukan di kelas II, dan disederhanakan menjadi dua jurusan, yaitu Sastra Sosial Budaya dan Ilmu Pasti Pengetahuan Alam (PASPAL).
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mashuri, SH (1968 – 1973).

    c. Kurikulum1975

Kurikulum 1975 merupakan kurikulum yang digunakan sebagai penganti kurikulum 1968, dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang diantaranya sebagai berikut :

  • Berorientasi pada tujuan
  • Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif.
  • Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
  • Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
  • Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).

    Ciri-ciri kurikulum 1975 :

  • Sifat kurikulum Integrated Curriculum Organization,
  • Jumlah mata pelajaran berdasarkan tingkatan SD mempunyai struktur program, yang terdiri atas 9 bidang studi termasuk mata pelajaran PSPB, pelajaran ilmu alam dan ilmu hayat digabung menjadi satu dengan nama Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Pelajaran Ilmu Aljabar dan Ilmu Ukur digabung menjadi satu dengan nama Matematika. JUmlah mata pelajaran di SMP dan SMA menjadi 11 bidang studi,
  • Penjurusan di SMA dibagi atas 3 yaitu : jurusan IPA, IPS dan Bahasa, penjurusan dimulai di kelas I, pada permulaan semester II,
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Syarif Thayeb (1973-1978).

    d. Kurikulum1984

    Dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah
  2. Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik
  3. Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya disekolah
  4. Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap jenjang.
  5. Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah.
  6. Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja.

     

    Ciri-ciri Kurikulum 1984 memiliki sebagai berikut:

  • Berorientasi kepada tujuan instruksional. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa.
  • Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik, mental, intelektual, dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal, baik dalam ranah kognitif, afektif, maupun psikomotor.
  • Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah, semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan.
  • Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian, baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya.
  • Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret, semikonkret, semiabstrak, dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks.
  • Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses adalah pendekatan belajat mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan mengkomunikasikan perolehannya. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran.

    e. Kurikulum1994

    Penyusunan kurikulum ini didasarkan pada seluruh proses penyusunan kurikulum pada ketentuan-ketentuan yuridis dan akademis dengan tujuan diharapkan kurikulum 1994 telah mampu menjembatani semua kesenjangan yang terdapat dalam dunia pendidikan di sekolah.

    Ciri-ciri kurikulum 1994 sebagai berikut :

  • Sifat kurikulum objective based kurikulum,
  • Nama SMP dan SLTP kejuruan diganti menjadi SLTP (Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama),
  • Mata pelajaran PSBP dan keterampilan ditiadakan, program pengajaran SD dan SLTP disusun dalam 13 mata pelajaran, nama SMA diganti SMU (Sekolah Menengah Umum,
  • Program pengajaran di SMU disusun dalam 10 mata pelajaran,
  • Penjurusan di SMU dilakukan di kelas II,
  • Penjurusan dibagi atas tiga jurusan, yaitu jurusan IPA, IPS, dan Bahasa,
  • SMK memperkenalkan program pendidikan sistem ganda (PSG) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan adalah Prof. Dr. Ing. Wadiman Djoyonegoro (1993-1998).

    f. Kurikulum2004

    Dalam kurikulum 2004 ini, para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTek tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas, meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. Jadi di sini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua.

    Perbedaan antara kurikulum 1994 dengan kurikulum KBK 2004

 

A S P E K

KURIKULUM 1994

KURIKULUM 2004

  • PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Semua aspek kurikulum ditentukan oleh Departemen (Pusat)

Pembagian wewenang dalam menentukan kurikulum

  • PUSAT PERHATIAN

Penyampaian materi pelajaran oleh guru

Kompetensi dasar yang dikuasai siswa

  • PROSES

Teaching:

berpusat pada guru , metoda monoton, guru sumber ilmu utama

Learning:

berpusat pada siswa, metoda bervariasi, guru sebagai fasilitator

  • HASIL PENDIDIKAN

Tekanan berlebihan pada aspek kognitif

Menekankan pada keutuhan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik

  • EVALUASI

Acuan norma dan tes obyektif

Acuan kriteria, tes, dan portofolio

    

    g. Kurikulum2006

    Antara KBK dan KTSP tidak mempunyai perbedaan yang esensial, salah satu perbedaannya hanyalah pada guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional.

    

 

DAFTAR PUSTAKA

Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI.2009.Manajemen Pendidikan. Bandung: Alfabeta

http://ahmadazhar.edublogs.org. 2009. Manajemen Kurikulum. (Online), (http://ahmadazhar. edublogs.org/2009/11/15/manajemen-kurikulum/), (Diakses tanggal 20 Mei 2013

http://alchemistviolet.blogspot.com. 2011. Manajemen Kurikulum. (Online), (http://alchemistviolet. blogspot.com/ 2011/01/manajemen-kurikulum.html), (Diakses tanggal 20 Mei 2013)

http://anan-nur.blogspot.com. 2011. Manajemen Perencanaan Pengembangan Kurikulum dan Pmbelajaran. (Online), (http://anan-nur.blogspot.com/2011/08/manajemen-perencanaan-pengembangan.html), , (Diakses tanggal 20 Mei 2013)

http://id.shvoong.com. 2011. Pengertian
Manajemen Kurikulum. (Online), (http://id.shvoong.com/ social-sciences/education/2178077-pengertian-manajemen-kurikulum/), (Diakses tanggal 20 Mei 2013)

http://mtssulfamijen.wordpress.com. 2011. Manajemen dan perencanaan kurikulum di madrasah . (Online), (http://mtssulfamijen.wordpress.com/tag/ manajemen-perencanaan-kurikulum/), (Diakses tanggal 20 Mei 2013)

 

 

MAKALAH PROFESI KEPENDIDIKAN

MANAJEMEN KURIKULUM


 

DI SUSUN OLEH:

            NAMA    : JATMIKO BUDHI PRAKOSA    

    NIM        : K3309053

    PRODI    : PENDIDIKAN KIMIA

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2013